
Dari namanya, windows shopping sering kita dengar sebagai 'cuci mata' saat berbelanja. Di sini, siswa tidak diajarkan untuk cuci mata atau belanja, detikers, tapi belajar antar kelompok. Dalam Window Shopping, siswa akan dimasukkan dalam kelompok-kelompok. Tiap kelompok nantinya akan belajar dari kelompok lain. Jadi siswa tidak hanya duduk di kursi masing-masing, melainkan bebas berkeliling kelas untuk berdiskusi dengan kelompok lain.

Begitu sedikit deskripsi tentang pembelajaran windows shopping yang dilakukan Ibnatun Rifah, S.Si.,M.Si sebagai guru IPA di MTs Negeri 1 Kota Jambi. Pembelajaran yang dilaksanakan Rabu, 22 Januari 2025 ini tampak menarik dan penuh antusias dari peserta didik. Mereka juga berkesempatan mendapatkan reward sebagai guru terfavorit dan siswa terbaik dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran IPA dengan metode ini siswa diberi kesempatan untuk keliling, menanyakan kepada kelompok lain mengenai materi yang dikuasai masing-masing kelompok, sehingga semua materi yang disampaikan bisa terserap oleh anak-anak. Itulah salah satu metode sebagai fasilitasi gaya belajar anak-anak yang kinestetik," ujar Ibnatun Rifah. Metode pembelajaran Window Shopping tersebut disukai para peserta didik MTs Negeri 1 Kota Jambi, salah satunya Zafran. Ia mengatakan, Window Shopping merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan saya senang bisa terpilih sebagai guru terfavorit.
|
190x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...